Penerimaan Mahasiswa Baru IAITF

Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai tahun 2020, layari www.pmb.iaitfdumai.ac.id

Section1

Budaya

Akademia

Section2

Bagian3

Menyambut Ramadhan dimasa Covid-19



Oleh : Adek Galuh

Tidak terasa sebentar lagi bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim dunia akan tiba yaitu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, meski ditahun ini dunia sedang terkena musibah tapi itu bukan hambatan untuk kita bersuka cita menyambut bulan mulia ini. Maka dari itu sudah kah kita memperbaiki amalan kita ditahun lalu ? Jika sudah maka di tahun ini kita harus lebih semangat lagi memperbaiki amalan dari pada tahun lalu.

 Jangan sekedar menantikan Ramadhan tetapi mari kita mempersiapkan diri untuk memyambut ramadhan, meski Covid-19 telah menyebabkan otoritas kesehatan dunia sehingga melarang semua kegiatab seperti sholat tarawih yang ditiadakan di tahun ini ,tadarus, buka bersama hingga ngabuburit, tetapi semua ini jngan sampai menyebabkan kualitas keimanan kita menurun.

Maka dari itu perlu persiapan yang harus di tingkatkan untuk Ramadhan kali ini seperti :

1. Mempersiapkan fisik yang sehat
     Ditengah pandemi Covid-19 ini sangat diperlukan daya taha tubuh yang kuat untuk menghindari infeksi Covid-19, serta menahan haus dan lapar saat berpusa

2. Kebersihan lingkungan
   Bersih akan mendatangkan kenyamanan maka dari itu untuk beribadah dengan nyaman maka lingkungan rumah kita harus lah bersih , dan selain itu bersih itu juga bagian dari keimanan.

3. Meningkatkan kualitas keimanan
 Meskipun banyak cobaan menyambut Ramadhan kali ini bukan halangan untuk menguatkan kualitas keimanan umat muslim, maka perbaiki sholat dan perbanyak lagi membaca Alquran untuk meningkatkan keimanan.

Maka sungguh disayang kan jika bulan yang mulia ini terlewatkan begitu saja, pahala yang tak terbatas datang dari allah buat mereka yang memanfaatkan Ramadhannya dengan baik, Dan semoga kita bisa memanfaatkan Ramadhan kali ini dengan amalan paling terbaik.

                                          *****
#adekgaluhsafitri

Pantai Prapat Tunggal: Satu Destinasi Wisata Selat Malaka



Ujung pulau Bengkalis yang mencorok ke Selat Melaka disanalah kawasan wisata ini berada. Sudah sekian lama sejak masa persekolahan dulu, baru kini dapat kembali mengunjungi kawasan wisata pantai ini.

Banyak perubahan dalam penataan kawasan wisata yang makin eksotis dengan kreatifitas tambahan yang menyebabkan kawasan ini layak untuk di kunjungi. Deru angin selat Melaka serta angin sepoi-sepoi yang segar menambah keelokan bagi pantai ini.

Suasana itu belum maksimal untuk melambai para pelancong untuk betah disana. Jika kebersihan kawasan terjaga dan fasilitas umum seperti toilet dan Mushala dapat terawat dengan baik tentu kawasan ini menjadi alternatif utama destinasi kunjungan pantai di Pulau ini.


***

Covid 19: Kamukah yang egois itu?

Oleh : Nini Nursima
Mahasiswa IAITF Dumai

Raut itu penuh dengan seribu kata kecewa yang tak bisa terlampiaskan melalui kata-kata, senyum yang  tak penuh itu, menjelaskan. Berbalik arah dengan topangan kaki yang mulai tak berdaya, rasa letih yang mulai menguasai, gerah, dan haus hampir putus asa!

Itulah yang dirasakan oleh banyak konsumen saat tidak mendapatkan apa yang mereka butuhkan di berbagai tempat. Ketika barang yang mereka butuhkan terdapati, mereka terkejut dengan harganya yang begitu tinggi. Inilah salah satu contoh  korban covidiot.

Keegoisan itu membunuh saudaramu! kamu yang mempunyai akses untuk membeli barang-barang primadona saat pandemic Corona, jangan naikkan harganya! Mereka buruh padat karya, penopang ekonomi bangsa, membutuhkan nya, tapi berpikir ribuan kali untuk membelinya (Ex. Masker vitamin dan hand sanitizer), Mereka kelas ekonomi atas berbondong-bondong melakukan panic buying hingga yang membutuhkan tak kebagian. Tanyakan pada dirimu ini antisipasi atau kepanikan irasional? Kamu yang nekat berpergian, menganggap ini liburan, tak mengindahkan anjuran, melanggar protokol kesehatan, hati nuranimu dimana? Pemuda-pemudi yang masih nongkrong wara-wiri malam mingguan, harus diberi pemahaman seperti apa agar kamu paham tentang apa yang sedang dihadapi dunia.

Mereka yang berada di Garda terdepan  harus rela mempertaruhkan nyawa, menjauhi orang yang tersayang karena menganggap diri mereka berbahaya. Rasa pengap yang luar biasa, cucuran keringat yang deras, kerutan di setiap jari hingga haus yang harus mereka tahan ketika menggunakan APD lengkap, memerahnya wajah, serta bekas masker N95 cukup menceritakan kepada kita tentang pengorbanan itu.

Tidakkah kamu kasian kepada mereka para pedagang, para penjaga toko, para buruh harian lepas, yang tetap harus bekerja demi keluarga tercinta ber paparan langsung dengan banyaknya manusia yang mereka tidak tahu apakah mereka sehat, ODP, PDP atau jangan-jangan positif. Mereka yang bekerja larut malam harus langsung mandi ketika sampai di rumah, dinginnya air dan tak kuatnya tubuh menahan hawa dingin harus mereka tahan agar keluarga tersayang tidak kenapa-kenapa.

Saudaraku, keegoisanmu menaikkan harga jangan sampai membunuh mereka yang tak mampu membeli. Saudaraku, keegoisanmu untuk ngumpul, nongkrong, dan berpergian jangan sampai membuat para Dokter dan tenaga medis muak dan tidak ingin lagi berkorban. Saudaraku jangan menzalimi siapapun. Jangan egois! Mari sama-sama hadapi musibah ini dengan lapang dada, dan tetap bersabar, bersama berkontribusi, mainkan peran masing-masing, jangan hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga, pikirkan juga lingkungan kita agar tetap kondusif, jangan lakukan hal yang merugikan orang lain,  taati aturan pemerintah bersama kita putuskan mata rantai penyebaran Covid 19. Ingat Covid 19 bukan hanya tentang kamu dan keluargamu tapi tentang kita semua.

***

Dampak Virus Corona


Oleh: Lailatul Husna
Mahasiswa IAITF Dumai
Kondisi negeri ku belum bisa dikatakan stabil, semakin hari semakin banyak warga yang mengeluh dengan keadaan sekarang ini, ini masih terkait dari dampak wabah virus Corona yang dirasakan oleh manusia. Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3) untuk pertama kali diumumkan oleh presiden Joko Widodo.

Sejak hari itu jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan banyak juga yang dinyatakan sembuh.
Berita terkini yang didapatkan mengenai kasus virus Corona ialah. Sabtu (11/4), pemerintah mengumumkan penambahan kasus baru positif Corona atau Covid-19 di Indonesia sehingga total menjadi 3.842 kasus Covid-19. Jumlah pasien yang sembuh bertambah 4 orang, sehingga total  menjadi 286 Orang. Sementara untuk kasus yang meninggal dunia terinfeksi Covid-19 bertambah 21 orang, sehingga total menjadi 327 pasien.

Tentu pemberitaan ini membuat masyarakat menjadi resah gundah gulana memikirkannya. Terutama untuk kota Dumai sendiri, awalnya masyarakat disini masih menganggap sepele dengan wabah ini, namun dengan berjalannya waktu, masyarakat kota Dumai mulai meningkatkan kewaspadaan diri agar tidak terkena virus tersebut.

Banyak orang tua yang menjadi overprotektif kepada anaknya. Anak dilarang berkeliaran diluar rumah, meningkatkan perhatian terhadap kebersihan diri anak, tidak bosan-bosannya orang tua mengingatkan agar anak rajin mencuci tangan dan menggunakan masker apabila hendak berpergian. Ini merupakan bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya, agar anaknya sehat selalu.
Para pelajar yang mulai merasa bosan dengan sistem belajar online yang diberikan, karena sistem belajar yang dirasakan kurang efektif, dan banyak permasalahan dari sistem jaringan sehingga ini terasa sangat mengganggu. Dan kini kami rindu belajar dikelas, karena pada dasarnya aku, kamu, dan kita adalah makhluk sosial, yang butuh berinteraksi secara langsung.

Untuk masalah perekonomian, banyak masyarakat yang mengeluh, terutama untuk para rakyat kecil, mereka bingung harus mendapatkan uang dari mana, karena pemerintah sendiri sudah memerintahkan untuk tetap berdiam diri didalam rumah, sedangkan para rakyat kecil mendapatkan uang dengan cara bekerja diluar rumah, seperti para pedagang, tukang becak, gojek, tukang parkir, buruh dan profesi lainnya.

Disaat yang berkuasa menutup mata dan telinga, pada saat itu pula rakyat kecil berjuang untuk keluarganya dirumah. Bukan berarti mereka tidak taat aturan, tetapi keadaan yang memaksa mereka untuk tetap bekerja diluar rumah, mereka juga merasakan takut dengan virus ini, tapi rasa sayang dan kewajiban kepada keluarga lebih besar dari pada rasa takut yang mereka rasakan.

Dan banyak juga orang kaya yang terbuka pintu hatinya untuk saling berbagi kepada sesama manusia, terutama kepada rakyat kecil. Seperti yang belakangan ini dapat kita lihat dijalanan kota Dumai sendiri, banyak orang yang rezekinya berlebih memberikan bantuan berupa sembako dan uang kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, ini bisa dijadikan inspirasi untuk kita semua, disaat kita punya rezeki lebih maka bantulah orang yang memang membutuhkan bantuan kita, dan disaat kita tidak bisa membantu dalam bentuk material setidaknya kita bisa membantu dengan do'a, bukan malah menyebarkan berita yang tidak benar kepastian nya.

Mari kita sama-sama berdoa agar ujian ini bisa secepatnya berakhir dan Virus Corona ini bisa secepat nya pergi dari negri kita tercinta, dan semoga dibulan suci Ramadhan nantik kita masih tetap bisa melaksanakan aktivitas ibadah seperti biasanya. Aamiin.

***

Tentang Covid-19 di Dumai

Oleh: Dewi Sartika
Mahasiswa PAI IAITF 
Permasalahan pandemi Corona Covid-19 tak henti-hentinya terdengar sayup-sayup di telinga kita.  Hari silih berganti namun tidak untuk Pandemi Covid -19. Sebenarnya kita perlu mengetahui masalah apa yang sedang Indonesia hadapi khususnya di lingkungan kita Kota Dumai dalam menghadapi penyebaran Virus Corona Covid-19.

Tercatat hingga Sabtu lalu per tanggal 11 April 2020, dikutip dari halaman media Dinas Kesehatan Kota Dumai, terhitung sebanyak 776 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Dumai dengan jumlah ODP sebanyak 748 kasus,  PDP sebanyak 27 kasus dan terkonfirmasi sebanyak 1 kasus. Bukan masalah kecil, kan?? Tentunya jumlah ini semakin hari kian meningkat.

Tantangan utama pemerintah dalam menangani penyebaran Virus Corona atau Covid-19, yakni mencari pasien terduga positif Covid-19, dan menyerukan imbauan social distancing, serta isolasi mandiri. Pasien yg terduga positif Covid-19 akan dirawat di Rumah Sakit rujukan di daerahnya.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Lindungi Diri dan Orang Lain
Sampai saat ini Covid-19 belum memiliki vaksin, sehingga cara terbaik untuk tidak terinfeksi adalah dengan menghindari penyebaran virus.

Kenapa harus Social Distancing?
Covid-19 menyebar dengan cepat. Baru-baru ini ramai pemberitaan orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala-gejala pasti. namun, tetap dapat menyebarkannya ke orang lain. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa.
Jika kita tidak melakukan upaya pencegahan berupa menghindari keramaian, jumlah orang terinfeksi akan meledak dan fasilitas layanan kesehatan yang ada saat ini akan kewalahan sehingga banyak kasus yang tidak tertangani.

Melawan virus Covid-19 menjadi tantangan untuk setiap orang dan jadilah masyarakat tangguh bersama-sama kita menghentikan penyebaran Covid-19

***

Covid-19: Don’t Panic

Oleh: Nur Hafizah
Mahasiswa PAI IAITF Dumai

Tak bisa dipungkiri lagi, Sosial Distancing mendadak membuat keadaan berubah dibeberapa tempat, jamaah shalat ditangguhkan, shalat Jum’at ditiadakan, masker dan alat kesehatan kosong, berbagai isu dimana-mana, bahkan 90 % media sosial membahas tentang Covid-19.

Mengenai berita tentang tenaga medis yang tidak diterima dilingkungannya, ini semacam bentuk ketidakadilan bagi mereka. Tenaga medis sudah seperti mujahid kesehatan digaris terdepan bagi kita. Maka menjadi tugas kita untuk mendukung mereka, bukan mengucilkan. Terlebih lagi mengenai ditolaknya jenazah Covid-19 untuk dikuburkan di lingkungan. Bukankah sudah dikatakan oleh tenaga medis bahwa hal ini tidak akan berbahaya bagi masyarakat sekitar. Namun takut dan panik yang berlebihan itulah penyakit yang lebih berbahaya.

Perasaan panik yang berlebihan tidaklah baik, dan menyebarkan kepanikan lebih tidak baik lagi. Perlu ditekankan kembali bahwa Covid-19 tidak menular melalui udara. Untuk meredam kekhawatiran, kita bisa memperbanyak informasi dari beberapa situs-situs utama seperti WHO agar waspada, tepat dan tenang dalam menghadapi Covid-19.

Nah, dari sudut pandang lain lagi, dampak mewabahnya Covid-19 ini dapat menyebabkan sulit untuk menjalin silaturahim  diantara sesama, seperti teman-taman, kerabat jauh, ataupun mereka yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga terkasih karena melakukan kewajiban tertentu. Ya walaupun hal ini bisa diatasi dengan adanya sosial media yang memungkinkan untuk berinteraksi dari jarak jauh. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan terjadi, mengingat tentu ada sebagian kecil masyarakat yang tidak menggunakan media sosial, dan yang paling penting adalah karena ada yang namanya ranah kebersamaan yang tidak bisa digantikan melalui media sosial.

Namun kita berharap agar semua peristiwa ini segera berakhir, sehingga segala bentuk aktivitas akan berjalan seperti biasa dan tentunya hangatnya kebersamaan akan segera kita rasakan kembali.

***

Covid-19 dan Pemberitaan Hoax

Oleh: Meisyaraswati
(Mahasiswa EI IAITF)

Hari demi hari dilewati virus covid-19 bukan nya menghilang tapi malah menyebar luas. Sekarang hampir setiap kota mempunyai penderita covid-19 ini. Sudah dilakukan social distancing dan stay at home tetapi masih saja ada yang terkena.

Dengan belum berakhirnya covid- ini semakin banyak orang ingin mencari kesempatan, terutama dalam pemberitaan hoax. Dengan adanya pemberitaan hoax membuat seluruh warga semakin merasa ketakutan dan membuat imun tubuh menurun, maka akan mudah terserang virus tersebut. 

Pemberitaan hoax membuat seluruh warga panik tidak karuan, terutama di kota Dumai. Sudah sangat banyak pemberitaan hoax tersebar di kota ini apalagi di kota-kota besar lainnya. Sangat disayangkan kepada mereka yang suka menyebar luaskan pemberitaan hoax tersebut. 

Sudahlah, bumi kita sudah keruh jangan semakin di perkeruh. Kita sebagai warga negara Indonesia harusnya saling menyuport satu sama lain, jangan malah membuat semakin ketakutan.

***

Covid-19 dan Anjloknya Harga Ayam


Oleh: Kesi Dewita Sari 
(Mahasiswa Ekonomi Syariah IAITF Dumai)

Perekonomian di negriku  Indonesia kian hari kian tak menentu, kian hari kian tak menemukan titik temu. Mulai dari pengusaha kelas kakap hingga pengusaha kelas teri, semua mengeluh dengan keadaan ini. Hal ini, juga dirasakan oleh para peternak ayam pedaging. Peternak ayam menjerit terkena imbas pandemi virus covid-19.

Dibeberapa daerah mereka mengeluhkan anjloknya harga ayam dipasaran. Selain terancam kerugian modal yang kian hari kian mencekik, bahkan mereka terancam gulung tikar. Peternak dihadapkan dengan tingginya harga pakan , namun sulitnya pendistribusian dikarenakan keterbatasan wilayah sosial. Mereka tidak tahu sampai kapan situasi ini berlangsung.

Untuk menekan kerugian, beberapa daerah melakukan  kebijakan seperti membunuh anak ayam ataupun menjual dengan harga murah. Terkhususnya Kelurahan Kampung Baru, mereka mengambil resiko untuk menjual murah, bisa dibilang justru jauh dibawah harga ayam biasanya. Memasuki awal April 2020 para penjual ayam potong menjual dengan harga yang sangat murah. Bayangkan saja dalam sehari harga ayam turun dengan sangat drastis. Mulanya  dari harga 24 ribu/kg menjadi 18 - 16 ribu/kg. Keesokan harinya turun menjadi 15ribu/kg dan besoknya berhenti diharga 13ribu/kg.

Lihatlah betapa tidak berharganya ayam tersebut, ayam yang biasanya menyentuh harga 30ribu/kg kini hanya tinggal bayang-bayang. Hal ini sangat menguntungkan konsumen. Namun, tidak bagi peternak ayam tersebut. Ini semua mereka lakukan agar tidak semakin tenggelam dengan kerugian mahalnya harga pakan.

Iya, penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah akibat pandemi Covid-19. Mejelang Ramadhan ini adalah bulan-bulan pernikahan, namun karena Covid-19, semua acara yang berkaitan dengan keramaian dibatalkan, termasuk pesta yang otomatis banyak memerlukan ayam dalam menunya. Selain itu, rumah makan yang merupakan konsumen tetap harian, mulai kehilangan pelanggan setiap harinya. Dan yang terakhir pengunjung hotel yang tidak seramai hari biasa.

Tidak tau sampai kapan Negriku begini. Aku, kita, dan mereka hanya bisa berharap seraya berdoa akan segera menghirup segarnya suasana hiruk-pikuk negriku seperti sediakala.

***



Teori Konspirasi Covid-19, bagian dari mekanisme Sains

Oleh: Kesi Dewita Sari
Netral biasanya diartikan tidak memihak. Dalam kata sains netral itu jugadi pakai. Sains terbagi 2 yaitu netral dan tidak netral. Sains netral yaitu sains tidak memihak pada kebaikan dan juga tidak memihak pada kejahatan. Jadi adanya pemahaman seseorang mengenai sain netral atau tidak ini tergantung pada seseorang itu sendiri, ingin dibawa kearah kebaikan ataupun keburukan. Seperti halnya dengan pisau yang sedang kita pegang, tergantung kepada kita mau diapakan pisau tersebut.

Sains itu selain dipengaruhi oleh pandangan seseorang juga dipengaruhi oleh norma dan nilai-nilai. Seperti wabah virus covid-19 ini, banyak argumen yang muncul bahkan ada yang memunculkan teori konspirasi. Ada yang mengatakan bahwa virus ini muncul karena uji coba segolongan orang yang ingin jumlah manusia hanya 500 ribu, ada yang mengatakan bahwa virus ini dimunculkan untuk menguntungkan para pebisnis besar dalam meraup keuntungan atau ada yang mengatakan bahwa ini adalah takdir. Pemahaman menganai teori konspirasi hanya boleh kita ketahui namun tidak untuk diyakini.

Jika kita memahami bahwa virus ini adalah hasil rekayasa manusia maka kita menganut sains netral. Karena akan muncul pertanyaan baru, siapa yang membuatnya dan apa motifnya. Saintis itu bukan untuk menciptakan kebenaran ataupun untuk mendapatkan kebenaran. Tapi saintis itu hanya berusaha untuk menjelaskan yang sudah ada. Namun jika sudah buntu maka kembalilah kepada sang pencipta. Karena pada hakikatnya kebenaran hanya milik Allah swt. Seperti yang tertuang dalam Qs. Al-baqarah ayat 2.

Netralitas Sains

Oleh: Meslia

Pengetahuan adalah hasil dari pemikiran, pengetahuan (knowledge) bisa berubah menjadi ilmu (sience). Ilmu adalah susunan dari pengetahuan yang mempersoalkan bagian tetentu dari alam pada tingkat hewan, pengetahuan itu dibawa oleh dorongan hidup dan insting. Pada tingkat manusia yang berbudi, pengetahuan itu pertama diperoleh dari pengalaman dan kedua dengan usaha yang dilakukan dengan sengaja untuk mengetahui dengan obyektif alam sekitar berdasarkan penyelidikan dan pembentukan kones-konsep rasional.
Netral biasanya diartikan tidak memihak. Dalam kata sains netral berarti juga terpakai, artinya sains tidak memihak pada kebaikan dan tidak juga pada kejahatan. Itulah sebabnya sains netral sering diganti dengan istilah sains bebas nilai (value free) sedangkan lawan katanya adalah Sains terikat nilai (value bound). Sains bersifat tidak netral akan terhukumi oleh nilai-nilai norma agama baik aspek secara ontology, epistimologi, aksiologi, dan antropologi.
Sebagai salah satu contohnya seperti kita menggunakan pisau untuk memotong-motong bawang atau benda-benda yang lainnya, atau juga pisau tersebut digunakan tergantung dengan siapa yang membawanya. Serta contoh yang lain seperti sekarang ini dengan adanya wabah virus corona atau yang sering disebut dengan istilah covid-19 sering menimbulkan isu-isu dan teori konspirasi yang timbul dikalangan masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa virus corona ini hasil uji coba yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin mengurangi sedikit banyaknya populasi masyarakat dunia, ada juga yang mengatakan bahwa virus corona yang terjadi di wuhan itu adalah senjata biologi China yang bocor dan sebagainya.
Semua pemahaman tentang teori sains ini tidak boleh kita percayai tetapi hanya boleh kita ketahui saja, karena sains ini tidak menemukan kebenaran, karena kebenaran hanya milik Allah SWT.