Pengetahuan Manusia

SahabatRiau
0


Oleh : Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil

Pada dasarnya semua manusia memiliki pengetahuan, sebab pengetahuan adalah tentang apapun yang diketahui. Untuk itu, tanpa pengetahuan manusia akan sulit menjalankan kehidupannya. Prof Dr. Ahmad Tafsir dalam bukunya Filsafat Ilmu membagai pengetahuan menjadi dua yakni yang diusahakan dan tidak diusahakan. 


Yang diusahakan melalui proses pembelajaran dapat dibagi menjadi tiga bagian yakni pengetahuan sains, filsafat dan mistik. Biasanya pengetahuan yang diusahakan itu bersifat disiplin, terstruktur dalam Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi. 


Pengetahuan yang tidak diusahakan pula merupakan buah dari pengalaman dan kebiasaan yang berulang. Pengetahuan ini tidak teratur dan tanpa krangka yang jelasa. Orang awam yang tidak perbah duduk dibangku pendidikan atau hanya berpendidikan yang terbatas biasanya memiliki pengetahuan seperti ini,  yang diperoleh dari pengalaman kehidupannya. 


Seorang Nelayan meskipun tanpa pernah duduk dibangku pendidikan, berpengetahuan dengan laut perahu dan alat tangkap yang lazim mereka gunakan. Demikian pula dengan petani, tukang bangunan dan sebagainya. 


Dengan demikian tidak ada yang tidak berpengetahuan selagi seorang manusia itu bersifat normal. Namun tentu kualitasnya berbeda diantara kedua pengetahuan itu. Pengetahuan yang tidak diusahakan selalunya tidak memiliki ukuran yang pasti, serta batasan yang jelas. Sehinnga berpotensi melebar serta tidak memiliki pola perkembangan pengetahuan, berbeda dengan pengetahuan yang diusahakan. 


*****

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)