Lima Prinsip Penelitian Sosial

SahabatRiau
0

Setelah memahami beberapa hal terkait penelitian sosial bentuk dan jenis penelitiannya, maka pada tulisan kali ini akan diketengahkan terkait prinsip penelitian sosial. Paling tidak terdapat lima prinsip penelitian sosial yakni:


Pertama. Dalam penelitian sosial itu harus terdapat hubungan diantara teori dan fakta. Teori merupakan serangkaian asumsi, konsep, konstruk dan proposisi untuk menerangkan serangkaian gejala sosial secara sistimatis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep. Sementata Fakta adalah segala hal yang dapat ditangkap oleh panca indra sebagai bukti realitas sebuah fenomena. Dengan demikian penelitian sosial fakta harus dapat dirumuskan dalam sebuah teori dan teori pula harus dapat ditunjukan dalam sebuah fakta. 


Kedua, Setiap elemen teori dan fakta menuntut adanya metode, dimana metode bukan hanya sebatas cara memproleh data namun juga pola berfikir. Terdapat dua jenis metode yakni kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif merupakan metode penelitian yang mengamati satu objek secara komperhensif dan biasanya mengedepankan pola berfikir deduksi. Sementata penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang mengamati objek penelitian secara terukur dengan menggunakan data yang bersifat nominal, ordinal, interfal dan rasio. Berbeda dengan metode kualitatif, metode kuantitatif menggunakan pola berfikir induktif. 


Perinsip ke tiga adalah tidak ada teori tanpa fakta. Dalam penelitian sosial teori harus memili fakta sehingga apa yang dicari dalam penelitian sosial sesungguhnya adalah membuktikan teori pada faktanya. Sebagai contoh ketika mengkonstruksikan sebuah penelitian korelasional dengan variabel lebih dari satu. Maka, tentu akan diawali dengan mengkonstruksikan hubungan teoritis antar variabel-variabel tersebut sehingga dapat ditentuka  bahwa ada variabel independen, dependen, eksogen, endogen, moderating atau intervening. Konstriksi hubungan antar variabel secara teoritis itu disebut dengan model penelitian yang selanjutnya diturunkan menjadi hypotesa penelitian. Sehingga hypotesa inilah yang harus dibuktikan pada fakta melalui proses analisis data. Analisis data juga sangat ditentukan oleh model yang digunakan. 


Keempat, bahwa fakta tanpa teori menjadi tidak bermakna, ini artinya melalui proses penelitian fakta harus dapat terumuskan kedalam teori, barulah fakta itu menjadi wacana yang dapat dikembangkan kedalam berbagai hal yang terkait dengan rumpun pengetahuannya. Namun bila sebuah fakta saja bamun ianya tidak dapat terjelaskan dalam pendekatan teori manapun, maka fakta itu menjadi sia-sia. 


Dan kelima, bahwa fakta harus dibunyikan dengan teori, artinya narasi teoritis tentang sebuah fakta harus dapat terumuskan dengan baik sebagai kesimpulan dari sebuah penelitian. Boleh jadi narasinya linier dengan teori yang ada, menambah bagian baru dari teori yang ada atau anti tesa dari teori yang telah ada. Semuanya dapat terjadi dari narasi logis yang dibangun dari fakta hasil penelitian. 


Ditulis oleh : Dr. H. M. Rizal Akbar

(Dosen Pengampu Metopen IAITF Dumai) 




Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)