Empat Ciri-ciri Penelitian Ilmiah

SahabatRiau
0

Penelitian ilmiah merupakan aktifitas penting dalam pengembangan pengetahuan. Epistimologi pengetahuan mengharuskan bahwa pengetahuan harus terus berkembang dengan aktifitas penelitian atau dalam bahasa lainnya "research", yang bila diartikan secara bebas artinya mencari kembali. Dengan demikian penelitian ilmiah tidak lain adalah upaya secara berkesinambungan untuk menemukan atau membuktikan sesuatu. 


Dalam pada itu, penelitian ilmiah memiliki ciri-ciri tertentu sehingga sebuah penelitian yangndilakukan dapat dipertanggung jawabkan. Paling tidak ada empat unsurnyang harus terpenuhi untuk menyatakan bahwa sebuah penelitian itu ilmiah. Yakni, bersifat empiris, terkawal dalam bingkai teori yang jelas, komulatif dan non etis. 


Bersifat empiris, artinya objek penelitian harus nyata dan mampu ditangkap oleh panca indra. Objek diluar itu tidak dipandang ilmiah. Sehingga penelitian ilmiah harus bersifat nyata bahkan terukur (positifis). Objek diluar jangkauan panca indra tidak dapat dipriksa secara nyata pula sehingga peneletian ilmiah tidak mungkin berada pada ruang tersebut. 


Memiliki teori, penelitian ilmiah harus bertapak pada teori dan berakhir dengan teori pula. Sebuah Teori dalam penelitian menjadi kandang yang membatasi sebuah penelitian Ilmiah. Biasanya teori pada penelitian ilmiah dikatagorikan dalam tiga kategori yakni, grand teori, middle teori dan low teori. 


Sebuah teori dianggap grand teori jika teori tersebut sudah diakui secara umum pada satu bidang pengetahuan, misalnya teori konfliknya Karl Mark pada soiologi, teori libralisasi ekonomi Adam Smit, teori tahapan pembangunannya Rostow dan sebagainya. Middle Teori adalah teori-teori yang merupakan turunan dari grand teori, yang biasanya sebagai penghubung diantra grand teori dengan hypotesia dalam penelitian empiris. Sementata low teori boleh jadi temuan-temuan baru yang masih diperdebatkan dan diperbincangkan serta memerlukan berkali-kali pengujian. 


Selain empiris dan teoritis, penelitian ilmiah harus pula memenuhi aspek kumulatif, artinya penelitian harus bertumpu pada kajian-kajian sebelumnya dan bersifat menambah dan makin berkembang. Dalam konteks inilah pembacaan terhadap peneletian terdahulu menjadi penting guna melihat wacana perbincangan seputar objek yang sedang ingin amati. Kumulatif berarti bahwa penelitian harus memberikan kebaruan (novelty) dari segala aspek yang telah ada sebelumnya. 


Non etis pula diperlukan pada penelitian supaya sebuah penelitian tidak tercebak kepada membenarkan atau menyalahkan sesuatu, sebaliknya peneliti haru tau akan rambu-rambu nilai batasa  etika moral dan budaya yang ada. Jadi dengan prinsip ini penelitian hanya bersifat memaparkan apa adanya tanpa membebani nilai benar atau salah. 


Paling tidak inilah empat ciri sebuatbpenelitian itu dikatangan ilmiah. Namun masih banyak hal-hal lain yang perlu dipahami sebelum melakukan sebuah penelitian ilmiah. 


Oleh : Dr. H. M. Rizal Akbar, M. Phil

Dosen Metopen IAITF Dumai

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)