Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai tahun 2020, layari www.pmb.iaitfdumai.ac.id

Rizal Akbar Sang Visioner

DR. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si, M.Phil, Calon Wakil Walikota Dumai  yang berpasangan dengan Hendri Sandra SE dengan nomor urut satu pada pilkada Dumai 2020. Beliau adalah Doktor Ekonomi Islam terbaik Universitas Trisakti Jakarta tahun 2016. Lahir di Sungai Alam, Bengkalis 12 September 1974, selain sebagai Ketua Yayasan Tafaqquh Fiddin, beliau  juga adalah dosen tetap di Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai. Pernah mengajar diberapa perguruantinggi diantaranya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Riau pada mata kuliah teori pembangunan, Program Doktor IEF Univ Trisakti Jakarta dalam mata kuliah Ekonomi Mikro Syariah dan STIE Bengkalis dalam mata kuliah Ekonomi Islam. Selain menapak didunia akademik,  beliau juga pernah menjadi Sekretaris Eksekutif Tim Pertimbangan Kajian Kebijakan Gubernur Riau (TPK2-GUBRI) (2003-2008) serta Anggota DPRD Riau (2004-2009).

Berbekalkan Ijazah sarjana S1 Matematika FMIPA Unri 1998 , dia melanjutkan S2 di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan menyandang gelar Master Of Philosophy (M.Phil) dan telah pula menyelesaikan program S3 Doktor Islamic Economic & Finance (IEF) Universitas Trisakti Jakarta, dengan fokus kajian “Pengaruh Pengamalan Agama Islam dan Pembangunan terhadap Kebahagian di Indonesia”.

Rizal Akbar Dosen yang dekat dengan para mahasiswa dan civitas akademik lainnya


Sejak beliau meninggalkan kancah politik ditahun 2009, dia membulatkan tekat untuk terjun kedunia akademik dan mengurus perguruan tinggi yang dibangun bersama-sama rekannya pada tahun 1999 silam, yakni Sekalah Tinggi Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai. Pada tahun 2010 secara bulat hati beliau bersama keluarga meninggalkan kota Pekanbaru dan kembali menetap di Kota Dumai. Dengan semangat perjuangannya itu, pada 8 Desember 2014 Sekolah Tinggi Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai resmi ditingkatkan statusnya menjadi Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai oleh kementerian Agama RI dengan tiga Fakultas, yakni Tarbiayah, Syariah dan Fakultas Ekonomi Islam. Peningkatan status ini adalah pertama dan satu-satunya di Kopertis Wilayah XII Riau dan Kepulauan Riau, pada masa itu.

DR. H. M. Rizal Akbar foto bersama ketika menjadi Ketua Pengurus Masjid Nurul Bahri Dumai


Peningkatan status bagi Rizal, bukan sekadar ganti baju. Sejak tahun 2010, tekat peningkatan status itu telah dicanangkan, selari dengan perubahan visi dalam menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA. Tekat untuk menjadi yang terdepan di pesisir pantai timur sumatera adalah visi utama perubahan itu. Langkah awalnya adalah ketika STAI Tafaqquh Fiddin Dumai menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) ke-4 Perguruan Tinggi Agama Islam Se Kopertais Wil-XII Riau dan Kepulauan Riau pada tahun 2013. Tema yang diusung adalah “Pembangunan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Timur Sumatera”. Dan Rizal Akbar dipercayai sebagai ketua panitia penyelenggara acara tersebut. Sebagai upaya melanjutkan perjuangan itu, maka pada tahun 2019, Rizal Akbar menggagas berdirinya Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Melaka (PIPSM) yang di deklarasikan di IAITF Dumai pada 23 Agustus 2019, serta Musyuarat pertama perhimpunan yang dilaksanakan di UiTM Melaka pada 8 Oktober 2019, dimana Rizal Akbar dipercayai sebagai Sekretaris Jenderal, bersama Prof. DR. H. Halim Moh. Noor, Rektor UiTM Melaka selaku Ketua Umum.

Bersama Rektor UiTM Melaka Rizal Akbar Deklarasikan PIPSM


Rizal Akbar menekankan bahwa sebagai kawasan awal nusantara yang mengilhami peradaban nusantra yang dicirikan oleh Islam dan Melayu. Pesisir Pantai Timur Sumatera harus terdepan diera MEA. Untuk itu, IAI Tafaqquh Fiddin Dumai harus mempersiapkan berbagai keunggulan.  Baik dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keunggulan itu diarahkan pada kajian peradaban Islam dan Melayu, kajian dan pengembangan ekonomi yang berbasis pada struktur perdagangan, keuangan, industri, jasa dan kelautan, serta pengkajian sejarah, khazanah hukum serta  kearifan local, dalam epistimology tawhid.

Sebagai Ketua Yayasan Rizal Akbar telah meletakan fondasi awal peradaban itu tersebut. Bahkan untuk mensosialisasi keberadaan Intitut ini pada kancah internasional, Rizal Akbar dengan menggandeng pemerintah Daerah Kota Dumai dan Islamic Economic & Finance Universitas Trisakti Jakarta telah pula melaksanakan seminar internasional “Twelfth International Conference Tawhid 2015, dengan tema “Maqasid As-Shari’ah And Al-Wasatiyyah” di Dumai pada 19 Agustus 2015 yang lalu.

Rizal Akbar Tokoh yang akrab dengan berbagai kalangan


Tidak berhenti sampai disitu, sebagai seorang ilmuan ekonomi Islam, dalam konteks kepedulian kepada masyarakat Rizal Akbar berupaya dengan segala kemampuan dalam dalam mengembangkan potensi kota Dumai. Bandar Bakau sebagai salah satu ikon konserfasi dan wisata alam yang ada di kota Dumai selalu beliau kembangkan, baik melalui sosialisasi, kajian serta literasi-leterasi akademik. Paling tidak sebuah artikel beliau tetang Bandar bakau kota dumai telah dimuat dalam salah satu jurnal di Melaka. Selain mengembangkan potensi Bandar Bakau, Rizal Akbar juga selalu hadir sebagai penggiat Dakwah dengan memberikan thausyiah serta muzakarah pembekalan para mubaligh kota Dumai. Sosialisasi zakat merupakan agenda utama yang rutin beliau lakukan setiap bulan Ramadhan dengan melakukan seminar dan sosialisasi kemasjid-masjid. Sebagai bentuk pengembangan kedermawanan Islam Rizal bekerjasama dengan Universitas Teknologi Mara (UiTM) Melaka membentuk pula Center For Islamic Philantropy & Social Finance (CiPSF) yang bertujuan untuk menyuburkan semgat kedermawanan ummat Zakat, Sedekah, Infaq dan Wakaf yang didirikan sejak tahun 2018.

MF
Share on Google Plus

About 120974

0 Comments: