Penerimaan Mahasiswa Baru IAITF

Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai tahun 2020, layari www.pmb.iaitfdumai.ac.id

Budaya

Akademia

» » Netralitas Sains dalam menjelaskan Covid-19

Oleh : Hamidah Syahputri 

Ilmu pengetahuan sains adalah ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi misalnya didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah.Definisi sains (ilmu) itu sendiri merupakan suatu cara untuk mempelajari aspek – aspek tertentu dari alam secara terorganisir, sistematik dan melalui metode-metode saintifik yang terbakukan.  sains bersifat netral atau tidak memihak pada kebaikan dan kejahatan, selain itu sains juga tidak memberikan nilai baik atau buruk, halal atau haram, sopan maupun tidak sopan. Sains hanya memberikan nilai benar atau salah.

     Dimana pada awal kemunculannya banyak penjelasan yang bisa kita ketahui dari virus Covid-19 ini. Dalam perkembangan virus ini sendiri pun banyak mulai timbul beberapa teori Konspirasi yang muncul, dari yang mengatakan virus ini sengaja dibuat oleh sekelompok orang yang ingin memusnahkan atau mengurangi jumlah manusia itu sendiri, sampai ke teori Konspirasi yang mengatakan bahwa ini adalah ulah para pebisnis China yang ingin menguasai perekonomian dunia. Lalu, apakah teori-teori konspirasi ini harus kita percayai? Tentu saja tidak, karena kita boleh mencari tahu teori Konspirasi tetapi bukan untuk dipercaya. Apakah teori Konspirasi termasuk ke dalam Ilmu Pengetahuan Sains? ya. teori konspirasi termasuk kedalam Ilmu Pengetahuan Sains, karena untuk mengumpulkan teori ini membutuhkan penjelasan dan bukti bukti penguat itu sendiri.

      Ilmu Pengetahuan Sains ini tanpa memiliki sebuah aqidah atau pegangan hidup, sehingga banyak dari mereka yang akhirnya menjadi Atheis. Agar kita tidak terjerumus seperti kebanyakan orang, maka sebelum kita mempelajari sesuatu lebih baik kita mulai dari mendalami Aqidah kita sendiri, sehingga kita tidak akan lari dari fitrah kita dan tidak menjadi orang orang yang sesat.
 
    Kesimpulan nya itu bersifat netral karena bersangkutan dengan logika manusia yang mana hanya menyatakan benar atau tidaknya sesuatu. Tetapi jika dilihat dari segi empiris nya Ilmu Pengetahuan Sains itu bersifat tidak bersifat netral karena terikat oleh ajaran agama dan kesusilaan yang ada.

About 120974

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply